Artikel ini akan membantu Anda memahami kriteria penting dalam memilih sensor yang sesuai, sehingga proyek Anda dapat berjalan efisien, akurat, dan andal.
Tahun 2026 diprediksi menjadi momentum besar bagi berbagai inovasi, mulai dari perangkat pintar hingga sistem kontrol industri berbasis kecerdasan buatan.
Memasuki tahun 2026, inovasi baterai berkembang pesat untuk menjawab kebutuhan mobilitas dan efisiensi energi yang semakin tinggi.
Hai, saya Agung, founder Voltus Workspace, sebuah platform independen yang saya bangun dan kembangkan sebagai ruang untuk belajar, berbagi, dan berkreasi. Saya mengelola setiap aspek Voltus Workspace mulai dari pengembangan konten dan tutorial teknis hingga proyek elektronik, desain 3D, pengembangan produk, dan distribusi independen.
Voltus Workspace didorong oleh komitmen untuk memberikan pengetahuan yang jelas, praktis, dan dapat diterapkan dalam bidang elektronik dan fabrikasi digital. Di luar konten edukasi, platform ini juga berfungsi sebagai tempat di mana ide-ide diubah menjadi produk nyata yang saya rancang, produksi, dan tawarkan secara langsung.
Melalui tutorial terstruktur, proyek yang terdokumentasi dengan baik, dan produk yang dikembangkan dengan cermat, Voltus Workspace berdedikasi untuk menjembatani pengetahuan dan aplikasi dunia nyata, mengubah konsep menjadi solusi fungsional, yang dibangun dengan presisi dan tujuan.
Alat ini merupakan prototype untuk memahami bagaimana penerapan sistem kontrol pada sebuah aktuator (yang dalam project ini adalah kipas fan) berdasarkan nilai yang terbaca oleh sensor dan setiap nilai sensor serta persentasi kecepatan fan akan ditampilkan melalui LCD Crystal 16 x 2.
Data logger ini dibuat untuk diimplementasikan secara langsung pada perusahaan air minum yang ada di Kota Malang untuk memantau nilai tekanan air pada pompa dimana alat ini dapat mengirim data pembacaan sensor dari wilayah manapun karena untuk akses internetnya menggunakan modul SIM800L.
Alat ini digunakan untuk melakukan kontrol kecepatan pada motor induksi 1 fasa dengan modulasi SPWM dimana mikrokontroller yang digunakan adalah Arduino Uno. Untuk pengaturan frekuensi dilakukan secara open loop menggunakan potensiometer dan ditampilkan pada display OLED.